Sejarah

SekolahPembangunan

A. Sejarah Singkat

Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Terpadu Mardlatillah didasari oleh keinginan dan harapan akan adanya suatu wadah yang dapat menampung lulusan-lulusan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mardlatillah yang ingin melanjutkan pendidikan di jenjang madrasah. Pemikiran tersebut dapat dimaklumi mengingat minimnya pilihan madrasah yang ada yang memiliki kesesuaian visi dan misi, karakter dan prestasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang tua siswa. Dalam perjalanannya, mendirikan sebuah madrasah yang berkualitas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan muncul silih berganti. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Yayasan Mardlatillah Singaraja (YAMAS) sebagai lembaga penyelenggara pendidikan adalah ketiadaan modal baik lahan maupun bangunan serta sarana lainnya. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, banyak warga sekitar dan donatur lainnya yang menyumbangkan uang dan tanahnya untuk pendirian madrasah ini.
Ngayah2
Hari Senin, 14 Juli 2008 bertepatan dengan 11 Rajab 1429 H, kegiatan pembelajaran dilaksanakan pertama kali di Madrasah Tsanawiyah Terpadu Mardlatillah. Jumlah siswa yang pertama kali belajar di sini tidak lebih dari 20 orang yang terangkum dalam satu rombongan belajar. Sebagian ruangan madrasah masih berstatus pinjaman dari Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mardlatillah yang posisinya bersebelahan dengan Madrasah Tsanawiyah Terpadu Mardlatillah. Saat itu yang menjabat sebagai kepala madrasah adalah Bapak Muwafikni, S.Pd, lalu secara berturut-turut dilanjutkan oleh Bapak Drs. M. Khumaedi, kembali kepada Bapak Muwafikni, S.Pd., lalu dilanjutkan kembali oleh Ibu Intan Kurniawati, S.Pd. dan pada saat ini, Juli 2020 tampuk kepemimpinan madrasah dipegang oleh Bapak M. Fachrudin, S.Pd. yang baru saja dilantik pada bulan Juni lalu dan resmi bertugas mulai tahun pelajaran 2020/2021, yakni pada tanggal 13 Juli 2020. Alhamdulillah, layaknya manusia yang baru lahir lalu berkembang semakin besar dan sempurna, siklus perkembangan tersebut dialami pula olehmadrasah ini. Sejak Juli 2008, fasilitas dan aspek lainnya secara perlahan mulai dikembangkan. Dari hanya memiliki satu ruang kelas berstatus menumpang, dengan pertolongan Allah Azza wa Jalla, kini MTs Terpadu Mardlatillah memiliki gedung mandiri tiga lantai di atas tanah seluas 385m2 dengan lebih dari 20 ruang meliputi ruang kelas, ruang kantor, ruang kepala, ruang guru, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang kantin, ruang OSIS dan ruang BK serta fasilitas lain seperti halaman, kebun, tempat parkir, kamar mandi dan tempat berwudhu.
Ngayah
Jumlah peserta didik yang menaruh minat untuk belajar di lembaga ini pun mengalami perkembangan dari yang hanya satu rombel dengan jumlah peserta didik di bawah 20 orang, setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah hingga saat ini mencapai 158 peserta didik yang tergabung dalam enam rombongan belajar di tiga tingkat yaitu 7A, 7B, 8A, 8B, 9A dan 9B. Sampai saat ini, Juli 2020, Madrasah Tsanawiyah Terpadu Mardlatillah telah meluluskan sepuluh angkatan dimana mereka tersebar dalam beragam tingkat pendidikan lanjutan seperti di bangku perkuliahan atau di pendidikan tingkat menengah. Sebagian lagi alhamdulillah, telah bekerja dan berpenghasilan dan sebagiannya telah membina rumah tangga. Dalam perjalanan hidupnya, madrasah ini tercatat beberapa kali menemukan tantangan yang sangat besar. Tantangan tersebut diantaranya bergonta-gantinya susunan dewan guru, terbatasnya anggaran operasional, musibah bencana alam dimana tercatat setidaknya dua kali madrasah ini terkena bencana banjir yang cukup besar hingga menggenangi ruanganruangan yang berada di lantai dasar dan merusak sejumlah arsip, komputer dan sarana vital lainnya. Namun demikian, alhamdulillah madrasah tercinta ini masih dapat bertahan dan in sya Allah akan terus berkembang dan semakin membesar seiring dengan semakin banyaknya generasi ummat Islam di daerah Buleleng pada khususnya yang telah merasakan manfaat dari hadirnya lembaga ini di tengah-tengah mereka.

B. Figur-Figur Pemimpin MTs Terpadu Mardlatillah Singaraja